VIRALTANGERANG.ID – Sebanyak 100 lanjut usia (lansia) di Kabupaten Tangerang menjalani prosesi wisuda usai dinyatakan lulus dari Sekolah Lansia 2025. Proses wisuda ini digelar disalah satu hotel di Kabupaten Tangerang, Kamis (27/11/2025).
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tangerang, Achmad Muchlis menyebut, wisuda saat ini berasal dari empat Sekolah Lansia, yakni Bina Keluarga Lansia (BKL) Rembulan di Desa Mekarsari, Kecamatan Jambe, BKL Anggrek di Desa Kemuning, Kecamatan Kresek, BKL Matuga Seroja di Desa Caringin, Kecamatan Legok, dan BKL Hibrida di Kelurahan Kutajaya, di Kecamatan Pasar Kemis.
“Saat ini sudah terbentuk 14 Sekolah Lansia di Kabupaten Tangerang dan kami berharap ke depan dapat bertambah lagi sekolah lansia baru yang terbentuk di desa/ kelurahan dan kecamatan lainnya,” kata dia.
Data aplikasi Lansia Berdaya (SIDAYA) mencatat, terdapat 35 Sekolah Lansia di Provinsi Banten dengan 1.040 siswa, 620 di antaranya telah diwisuda. Dengan tambahan 100 wisudawan di Kabupaten Tangerang tahun ini, total mencapai 720 lansia lulusan Sekolah Lansia se-Provinsi Banten hingga 2025.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Tangerang, Prima Saras Puspa mengatakan, wisuda sekolah lansia tersebut menjadi bukti bahwa usia bukanlah batasan untuk belajar dan berkarya.
“Wisuda lansia ini adalah bukti bahwa usia bukanlah batasan untuk terus belajar dan berkarya. Mereka tetap semangat, produktif dan tentu saja menginspirasi kita semua,” ujar Prima.
Menurut dia, peningkatan jumlah lansia harus dipandang sebagai peluang, bukan beban. Berdasarkan data, jumlah lansia di Kabupaten Tangerang mencapai 283.846 jiwa dengan angka harapan hidup 75 tahun, lebih tinggi dari rata-rata nasional.
“Pertumbuhan jumlah penduduk lansia menjadi potensi besar bagi pembangunan. Kehadiran lansia akan berdampak positif apabila mereka sehat, aktif, produktif, dan mandiri. Inilah yang ingin kita wujudkan melalui Sekolah Lansia,” ucapnya.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Banten, Rusman Efendi menegaskan, pembangunan lansia tangguh menjadi bagian dari quick win program nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Menjadi lansia adalah fitrah, tetapi menjadi lansia tidak berarti menjadi beban. Lansia memiliki potensi untuk tetap sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat atau SMART melalui tujuh dimensi lansia tangguh,” ujar Rusman.
Tujuh dimensi tersebut mencakup spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial, vokasional, serta lingkungan. Ia menyebut, Sekolah Lansia bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang membangun harga diri dan makna hidup bagi para lansia.
“Kami meyakini bahwa lansia adalah generasi kaya pengalaman yang tetap dapat memberi kontribusi nyata bagi keluarga dan masyarakat,” kata dia.

