VIRALTANGERANG.ID — Sejumlah aktivis menyoroti proyek pembangunan halte dan marka jalan untuk program Bus Sekolah Gratis di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, yang menelan anggaran Rp386 juta. Mereka menilai besaran anggaran tersebut tidak rasional dan perlu ditinjau kembali.
Salah satunya sorotan tersebut datang dari Muhammad Aldiansyah aktivis mahasiswa Kabupaten Tangerang, menurutnya anggaran proyek tersebut dinilai tidak sebanding dengan fakta di lapangan.
Ia menilai pemerintah daerah perlu membuka rincian anggaran secara lebih transparan agar publik mengetahui komponen biaya secara jelas.
“Kami melihat nilai proyek ini terlalu besar untuk pekerjaan halte dan marka jalan. Masyarakat berhak tahu rincian biaya dan standar pengerjaannya,” ujarnya kepada ViralTangerang.id Kamis, (4/12/2025).
Menurutnya, transparansi diperlukan karena proyek tersebut menggunakan dana publik yang semestinya dikelola secara efisien.
Ia juga menambahkan bahwa kualitas pekerjaan harus menjadi perhatian utama, mengingat fasilitas halte dan marka jalan berfungsi untuk mendukung keselamatan siswa.

Aldiansyah berharap pemerintah membuka dokumen perencanaan dan pelaksanaan proyek agar publik dapat menilai kesesuaian biaya dengan pekerjaan di lapangan.
“Kami tidak menolak programnya, tapi anggarannya harus logis dan sesuai kebutuhan,” tambahnya.
Sementara, pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang hingga kini belum memberikan penjelasan resmi terkait sorotan dari sejumlah aktivis tersebut.
Program Bus Sekolah Gratis sendiri merupakan salah satu layanan transportasi daerah yang bertujuan mempermudah akses siswa ke sekolah tanpa biaya, sekaligus mengurangi kemacetan akibat penggunaan kendaraan pribadi.
(AS/Red).

