VIRALTANGERANG.ID – Benteng Rakyat Tangerang (BENTANG) menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa dengan mengepung Kantor Bupati Tangerang dan Inspektorat. Rencana aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil kajian dan diskusi NGADEM (Ngaji Demokrasi) yang digelar pada Minggu (26/7/2026) mengusung tema “Dari Ruang Dialog Menuju Ruang Aksi”.
Ketua Umum BENTANG, Ari Sudrajat, mengatakan hasil diskusi menyimpulkan bahwa Inspektorat Kabupaten Tangerang perlu meningkatkan transparansi dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan fungsi pengawasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Menurut Ari, sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), Inspektorat memiliki peran penting dalam memastikan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan bebas dari praktik penyimpangan. Karena itu, BENTANG menilai penguatan fungsi pengawasan internal menjadi kebutuhan yang mendesak.
“Melalui hasil kajian NGADEM, kami memandang perlu adanya transparansi dan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Inspektorat Kabupaten Tangerang. Masyarakat berhak mengetahui sejauh mana fungsi pengawasan dijalankan secara efektif,” ujar Ari.
Selain persoalan pengawasan, BENTANG juga menyoroti tata kelola persampahan di Kabupaten Tangerang yang dinilai masih menyisakan berbagai persoalan. BENTANG menilai pengelolaan sampah perlu mendapat perhatian serius agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
Atas dasar itu, BENTANG mendesak Bupati Tangerang untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang. Dalam pernyataannya, BENTANG juga meminta agar Kepala DLHK dicopot sebagai bentuk pertanggungjawaban atas penanganan persoalan persampahan yang dinilai belum optimal.
Ari menegaskan bahwa aksi yang akan digelar merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat secara damai dan konstitusional. Menurutnya, langkah tersebut diambil agar hasil diskusi tidak berhenti sebagai wacana, tetapi menjadi dorongan nyata bagi perbaikan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Tangerang.
“Kami ingin memastikan bahwa suara masyarakat benar-benar didengar. Dari ruang dialog, kami akan melangkah ke ruang aksi sebagai bentuk partisipasi publik dalam mengawal pemerintahan yang bersih, transparan, dan berpihak kepada kepentingan rakyat,” tegas Ari.
BENTANG menyatakan akan segera mengumumkan jadwal dan mekanisme aksi dalam waktu dekat serta mengajak berbagai elemen masyarakat untuk ikut mengawal jalannya pemerintahan yang akuntabel sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Perlu diketahui, BENTANG sudah melayangkan surat audiensi ke Inspektorat pada Senin, (13/7/2026). terkait aspiras terkait pelaksanaan efisiensi anggaran, khususnya terhadap sejumlah pos belanja kegiatan yang meliputi sewa hotel, kegiatan bimbingan teknis (Bimtek), pendidikan dan pelatihan (Diklat), serta perjalanan dinas di lingkungan Inspektorat Kabupaten Tangerang. Namun permohonan tersebut diduga dibungkam.
(Red).
