VIRALTANGERANG.ID – Banjir merendam lima kecamatan di Kabupaten Tangerang, Banten, sejak Sabtu (3/1/2026) hingga Senin (5/1/2026) sore. Sedikitnya 615 keluarga terdampak akibat luapan air yang menggenangi permukiman warga di sejumlah wilayah.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, terdapat 10 lokasi banjir yang tersebar di lima kecamatan, yakni Tigaraksa, Rajeg, Sepatan, Kronjo, dan Jayanti.
“Lima kecamatan yang terdampak itu Tigaraksa, Rajeg, Sepatan, Kronjo, dan Jayanti,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, Senin (5/1/2026).
Menurut Taufik, ketinggian air bervariasi antara 40 hingga 60 sentimeter, dengan lokasi terdalam berada di wilayah Pasilian, Kecamatan Kronjo.
“Paling tinggi sekitar 60 sentimeter di Pasilian, Kecamatan Kronjo. Jumlah keluarga terdampak berdasarkan data kami sekitar 500 keluarga,” tuturnya.
Namun, banjir di Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, belum tercatat dalam pendataan BPBD Kabupaten Tangerang. Di wilayah tersebut, banjir disebabkan oleh jebolnya tanggul Sungai Cidurian.
Kepala Dusun Pasir Ampo, Sukemi mengatakan, banjir telah merendam 115 rumah warga sejak Sabtu malam, dengan ketinggian air mencapai 60 hingga 70 sentimeter.
“Banjirnya sudah dari Sabtu malam, sampai hari ini belum juga surut,” ujar Sukemi.
Selain merendam rumah warga, banjir juga memutus akses jalan antardesa serta menggenangi area persawahan. Meski sudah terendam selama hampir tiga hari, warga memilih bertahan di rumah masing-masing dan belum ada yang mengungsi.
“Hingga saat ini belum ada yang mengungsi. Warga sudah terbiasa dengan kondisi banjir seperti ini,” katanya.
Sukemi menyebut, hingga kini belum ada bantuan logistik yang diterima warga terdampak. Ia menilai banjir disebabkan oleh tingginya debit air Sungai Cidurian yang diperparah kondisi tanggul jebol sejak 2015 dan belum pernah diperbaiki.
“Tanggul ini sudah jebol sejak lama, tetapi sampai sekarang belum ada perbaikan,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Banten, segera melakukan perbaikan tanggul Sungai Cidurian guna mencegah banjir berulang yang setiap tahun mengancam warga.
(Red)

